20110107

Senja Biru

                                                         dok. Pantai Maron, Semarang 
                                                            Oleh: Mahadewi Kecil
senja biru bagian 1....


sepoi angin mencumbui halus mesra tubuh kita
ombak bekejar-kejaran terpecah
datang dan meninggalkan kembali
saling memandu suara dengan kompak
manjadi batas laut dan darat
sempat kuguratkan tulisan penting mengenai kita
namun tak mau kalah denganku
mungkin tak rela aku tinggalkan sesuatu
ia menyapu habis tanpa bekas, uhh...malangnya 
terus saja menggoda
yang seolah ingin membawa kita ke samudera
dibuatnya kita tertawa
mungkin ingin mengajak bermain-main
namun kita miliki batas waktu saat itu 
senja segera berlalu
bisikan-bisikan lembut sang bayu
seolah memberi tahu
sudahi senja biru..


Senja Biru, Mahadewi Kecil

Tentang Keinginan

                                                                                           Dok. BSB, Semarang oleh: Mahadewi Kecil
01.05
malam ini ingin kuseleseikan dengan baik
waktu terasa begitu syahdu
yah...dengan iringan musik klasik yang menemani
rasa kantuk pun terlupakan
aku masih punya pena lebih dari satu 
kalau sudah habis yang satu, aku masih punya pena yang lain
aku bermain-main  pena, dengan sesuka hatiku
namun sungguh, malam ini ingin kuseleseikan dengan baik
caraku menuliskan tentang sesuatu,
tentang keinginan, tentang harapan
tentang ketakutan, tentang resiko
bahkan terlalu banyak yang ingin ku tuliskan yang hubungannya dengan “tentang”
namun aku ingin seleseikan satu saja malam ini
hingga  mataku tertutup

-de' Kecil
Semarang, 07 Januari 2011

20110106

Januari

''Meski tahun baru 2010 sudah berlalu dan sudah menjalani sampai hari ke 6 di bulan Januari 2011 masih suasana tahun baru. Dengan segala rasa dan harapan sisa tahun lalu, kini  masih tetap ada, bahkan pergantian tahun tak ada perbedaannya mungkin belum, karena ini masih awal jadi belum terasa . Tapi pikiran tak pernah berhenti meski sejenak saja, tentang harapan terjadinnya perubahan sebelum semua terlambat. Hari demi hari berlalu meski namanya tak berganti yaitu masih utuh Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, lantas saat demi saat berlalu begitu saja sadarkah waktu yang ada untuk kita, sanggupkah  mengejar ketertinggalan yang mungkin sudah jauh ??? ya mungkin patut untuk direnungi.....''

_de' kecil
06 Januari 2011

Just For Us

                                           Dok. Semester 1 oleh: Mahadewi Kecil
Sahabat adalah hawa pengisi ruang hampa,
di saat hati gundah dan gelisah
cermin saat tak mampu melihat diri sendiri dan kekurangan
jalinan yang tak dapat dibeli, ditukar dan ditawar-tawar
ciptaan air mata, senyuman, tawa
juga kemarahan menjadi warna yang terjalin
dalam keindahan kebersamaan
selalu ada hadiah, dan kejutan
inspirasi tempat menemukan perasaan menerima juga memberi
dan tidak bersyarat
engkaulah sahabat yang tulus...

Semarang, Desember 2008

Tya, Helga, Erma, Atiq, Kristin....
...ingat hari  saat-saat masih menikmati kebersamaan yang selalu ada warna, kelak suatu saat nanti kita tak duduk bersampingan lagi, tak saling gadeng tangan lagi, karena pada awalnya kita memang tak saling kenal, yah dengan kemauan kita akhirnya saling mengenal, saling lengkapi, pertemuan yang tak pernah terencanakan  tak pernah tahu dan memang bukan untuk diketahui di awal sebelum jumpa. Dulunya yang tak saling kenal kita kelak pulang dengan kenangan  dan  jangan lupa kita pernah membuat lingkaran kecil yang tak bisa ditawar dikemudian hari dengan tangan  kita. thanks semua...

20101214

PeDe

        Berpikir positif dalam menikmati hidup, dengan pedenya aku menganggap banyak hal bisa dilakukan, meski kenyataannya memang sulit untuk dijalani namun dengan yakin, berharap semua ini bisa terlewati dengan baik kalau belum ya berarti harus bisa bersabar lagi dan tetap berusaha lagi. Saat perasaan senang pasti akan berlalu dan berganti dengan kesedihan itu wajar saja, karena saat demi saat pasti akan berganti dan berlalu. Sebenarnya masalah hidup ini sederhana kalau dipikir-pikir, tapi tanpa disadari dengan sibuknya memikirkan masalah, bisa melupakan saat-saat yang seharusnya bisa buat diri kita mengetahui posisi yang sedang dihadapi dan yang seharusnya bisa diatasi, ditemukan solusi. Namun rasa takut dan kekhawatiran yang menghampiri, menutupi keberanian diri untuk berekspresi menyelesaikan pelik masalah berarti kita harus pintar menghadapi situasi, dan sekarang saatnya untuk koreksi diri.  Membayangkan saat kita belum tahu apa-apa, saat mendengar masa lalu kecil kita dari orang tua atau orang lain betapa lucunya diri kita saat itu, masih lugu dan tak tahu apa-apa, dalam pikiran saat menjadi pendengar "pastinya hanya mampu bergantung pada orang tua atau orang lain pada masa itu". Sekarang kita bisa bercerita sendiri, bukan orang lain lagi, dapat mewarnai hari dengan pemikiran dan tindakan kita sendiri bukan dengan setir orang lain, tapi dengan kehendak sendiri. Dengan demikian, semoga bisa menjadi pengendali diri yang baik dan percaya diri.

-mahadewi kecil

coretan ini bukan tulisan orang terkenal loh, ambil saja manfaatnya setelah baca tapi kalau tidak bermanfaat lupakan saja!! hehehehe

Mahadewi Kecil. Diberdayakan oleh Blogger.
 
Copyright 2010© Mahadewi Kecil Designed by Cha'unk El Fakir