20110201

Februari Kembali


pesan matahari pada bunga
jangan gelisah, sambut datangnya hari dengan syukurmu
hari selalu ada yang membasuh
embun meneteskan riwayat
dari mana asal mulanya
untuk menyegarkan putik-putikmu
sepoi angin mengusik ujung-ujung kelopakmu
apa tahu dari mana datangnya
sebab setiap rintihan yang mengundang
tak semestinya bertanya Tuhan ada dimana
taruh keyakinan
dari daunmu yang sudah guguran
rantingmu yang sudah rapuh
bahkan bungamu, yang indah akan mengering
wangimu tak lagi tercium
jangan khawatir, jadilah bunga yang semestinya hari ini


...puisi ini kutuliskan saat selesai kuliah, dan berkumpul bareng teman-teman pada hari pertama bulan Februari 2011 di taman baca kampus biologi Undip, sekarang masih bisa saling mengisi canda dan tawa, entah kita tidak tahu apa yang akan terjadi setelah ini....
"Kita terlahir bagai selembar kertas putih, tinggal ku tulis dengan tinta pesan damai dan terwujud harmoni"(Padi)

1 komentar:

Rafky Vicky mengatakan...

selama masih ada hangat suasana,kesepian tiada lagi kan bermakna.
selama masih ada senyum ceria,kebahagiaan kan selalu terasa.
selama masih ada kebenaran mulia,arah hidup kan selalu terjaga.
semua kan baik-baik saja,selama masih ada cinta di sana.................

Posting Komentar

Mahadewi Kecil. Diberdayakan oleh Blogger.
 
Copyright 2010© Mahadewi Kecil Designed by Cha'unk El Fakir